red bulls nba team

Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts

Saturday, July 2, 2011

Indonesia Masuk Target Hantaman Asteroid?

Sebuah hasil studi peneliti Inggris berhasil menemukan negara mana yang akan terkena dampak terburuk dalam bencana asteroid menghantam Bumi. Termasuk Indonesia.

Peneliti Southampton University mengaku, sebagian besar negara yang masuk daftar ini merupakan negara-negara berkembang yang memiliki populasi tinggi. Akibatnya, bencana asteroid ini bisa menelan jutaan korban jiwa.

Indonesia, India, China, Jepang dan Amerika Serikat (AS) masuk dalam daftar negara yang memiliki risiko besar mengalaminya dalam basis populasi. Sedangkan Kanada, AS, China, Jepang dan Swedia masuk daftar negara berisiko mengalami kerusakan infrastruktur.
 Daftar ini disusun menggunakan software NEOimpactor yang menggunakan data program Near Earth Object (NEO) NASA. "Ancaman Bumi dihantam asteroid dinobatkan sebagai bencana alam tunggal terbesar pengintai manusia," tukas pengembang NEOimpactor Nick Bailey.

Konsekuensi bagi populasi manusia dan infrastruktur merupakan hasil hantaman dahsyat, lanjutnya. Bailey mengatakan, kehancuran akibat asteroid yang 'mendarat' dekat Tunguska River di Rusia pada 1908 menjadi indikasi hantaman asteroid bisa terjadi di tempat berpopulasi. [mor]

Wednesday, June 29, 2011

Inilah Rahasia Terbesar Bulan

Inilah Rahasia Terbesar Bulan
INILAH.COM, Jakarta – Meski benda langit ini sangat dekat dengan Bumi, terdapat banyak rahasia yang dipegangnya. Rahasia terbesar apa yang dipegang benda langit yang mengorbit Bumi ini?
‘Dekat’ di sini tentunya memiliki konteks relative. Bulatan putih abu-abu di langit Bumi ini berjarak 362 ribu km dari Bumi. Misi menuju bulan tentunya tak mudah, terutama pada misi berawak. Tak ada manusia yang menginjakkan kaki ke bulan sebelum 1972.
Setelahnya, banyak negara di seluruh dunia mulai melakukan riset pada satelit Bumi ini. Misi masa depan oleh robot dan manusia akan membantu memecahkan beberapa teka-teki utama Bulan. Termasuk.
Cara bulan sampai di posisinya sekarang
Para ilmuwan mengaku memiliki ide apa yang sebenarnya terjadi. Banyak garis bukti (inti kecil bulan, unsur tertentu yang saling melengkapi dan simulasi komputer putaran orbital bulan selama ribuan tahun) menunjukkan, bulan lahir dari tabrakan raksasa.
Menurut teori ini, sekitar 4,5 miliar tahun silam, benda seukuran Mars menghantam Bumi yang masih muda dan cair. Materi hasil tabrakan itu pun bergabung menjadi bulan.
Bulan ‘biru’
Terbukti, banyak air berada di luar dan dalam bulan. Hal ini membuat para peneliti mencapai satu kesimpulan. “Makin diperiksa, makin banyak air ditemukan di tempat dan kedalaman yang berbeda,” ujar profesor fisika Neil Comins di University of Maine.
Hasil studi menunjukkan, interior bulan jauh lebih basah dari seharusnya. Pemeriksaan kembali terbaru pada sampel batuan yang dibawa ke Bumi pun memiliki tanda air. “Sebuah pertanyaan terbuka mengenai asal dan distribusi air di bulan,” kata Comins.
‘Terkunci’ Bumi
Bulan ‘terkunci’ Bumi. Artinya, hanya ada satu belahan yang dihadapi bumi. Sisi disebut maria, atau ‘laut,’ magma dingin. Anehnya, maria hampir tak ditemui di sisi belakang bulan, seperti yang diungkap data dari satelit (dan dilihat langsung astronot Apollo 8).
Belahan dingin ini diketahui memiliki kerak yang tebal (15 km) dibanding belahan lain. Hal ini membuat belahan di sisi lain lebih mudah retak akibat serangan meteorit yang melepas pembentuk maria magma kedalaman bulan, kata Comins. Namun, kerak asimetri ini sendiri merupakan teka-teki.

Model yang lebih besar pada interior bulan dan pemahaman yang lebih baik pada kerusakan yang timbul akibat tabrakan bisa membantu menjelaskan ‘dua wajah’ aneh ini.
Kunci keberadaan manusia?
Pada seperempat diameter dan lebih dari 1% massa Bumi, bulan menjadi satelit alami terbesar kelima dalam tata surya. Massa bulan yang cukup dan gravitasinya menstabilkan ‘goyangan’ di sumbu Bumi.
Selain itu, bulan menyebabkan pasang laut di Bumi yang mungkin membantu ‘mengaduk sup purba,’ lanjut Comins lagi. Singkatnya, para astronom bertanya-tanya apakah dunia seperti Bumi butuh bulan besar agar kehidupan bisa berkembang.
Jawabannya pertanyaan itu mungkin berada di planet tetangga, Mars. Planet Merah itu memiliki dua bulan kecil. “Saat manusia ke Mars dan menentukan apakah dan bagaimana kehidupan disana berevolusi. Hal itu akan membantu lebih memahami cara kehidupan terbentuk tanpa bulan,” tutup Comins.

Saturday, June 25, 2011

Ajaib! Pandangan Mata Laura Bisa Tembus Tembok

Kisah film dengan tokoh memiliki mata tembus pandang mungkin jadi kenyataan. Adalah Laura Castro (15) gadis Miami, Florida AS ini memiliki mata putih yang bisa melihat tembus dengan objek benda padat maupun logam. 

Laura Castro saat dilahirkan oleh Anabel Castro seorang janda adalah normal memiliki mata biasa. Namun tahun 2005 saat ulang tahunnya ke 10, bola matanya yang hitam itu berubah menjadi putih.

Hal ini mengejutkan dunia kedokteran karena para ahli mengaku belum pernah menemukan kasus sejenis ini. Bahkan ada yang menyangka mata Laura Castro terkena obat kimia tertentu sehingga pupilnya berubah menjadi putih semua.

Menurut pengakuan Anabel Castro, ibu dari gadis bermata aneh tersebut, perubahan mata Laura secara bertahap. Semula pupil matanya yang hitam itu luntur menjadi coklat keemasan kemudian bertahap memudar dan menjadi putih semua.

Dokter spesialis mata dan ahli dari bidang lain telah meneliti kasus ini, tapi tidak ada yang mampu menjelaskan apa penyebabnya. Mereka pun mengaku baru menemui kasus ini pertama kali dan belum ada penelitian sebelumnya yang bisa menguraikan mengapa mata bisa menembus pandang pada objek padat.

"Puteriku bisa melihat ke mana saja dalam kondisi cahaya terang maupun gelap. Dia dengan mudah melihat tembus pandang benda-benda padat. Keanehan matanya ini mulai muncul secara bertahap. Mata dia yang dulu cokelat berubah menjadi putih dan semakin putih dan penglihatannya menjadi semakin tajam," papar ibunya.

Para ilmuwan yang meneliti masalah X-ray pada mata Laura Castro mengatakan, gadis ini bisa melihat dengan jelas menembus dinding beton, kayu, kertas, dan baja.

"Dia terbangun suatu pagi, dan dia bisa melihat tembus ke dalam tubuhnya sendiri. Dia melihat jantungnya berdetak, dia menjerit. Hal ini membuat kami takut dan panik selama beberapa bulan," kata Anabel Castro mengenang.

Sejak memiliki mata putih dan tembus pandang, gadis cantik ini pun dihindari oleh teman-temannya di sekolah. Sang ibu membesarkan hatinya, "Kau spesial. Suatu hari nanti kau akan sangat terkenal," 

Kisah gadis bermata aneh ini dilacak tribunnews.com terdapat dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dari berbagai sumber di internet. Sayangnya, belum ada koleksi foto lain dari Laura Castro yang terkini sebagai pembanding. Para ahli mata atau fisika Amerika pun tidak mengabarkan hasil penelitiannya terhadap mata gadis yang aneh ini.
__________________

Monday, June 20, 2011

Komet Berbahaya Dekati Bumi Pada 2013

Jarak terdekatnya dengan Bumi, sekitar dua tahun.
Komet Lulin

Sebuah komet yang diperkirakan bisa menghantam bumi pada 2013 baru saja ditemukan. Komet tersebut ditemukan dengan menggunakan teleskop yang dirancang khusus untuk berburu asteroid berbahaya.

Seperti dilansir dari Livescience.com, komet bisa terlihat dengan mata telanjang ketika jaraknya sangat dekat dengan bumi. Teleskop Hawaii's Pan-STARRS 1, mendeteksi komet yang diberi nama C/2011 L4 (PANSTARRS), pada malam hari, tepatnya 5 dan 6 Juni lalu.

Penemuan ini lalu dilanjutkan observasi menyeluruh dengan menggunakan instrumen lain keesokan harinya. Diperkirakan jarak komet sekitar 30 juta mil (50 juta kilometer) pada Februari atau Maret 2013.

Selama jarak terdekatnya dengan Bumi, sekitar dua tahun, C/2011 L4 (PANSTARRS) bisa terlihat di langit barat setelah matahari terbenam, jika cuaca cerah.
"Komet ini memiliki orbit yang dekat dengan parabola, berarti bahwa ini mungkin pertama kalinya tidak akan pernah mendekati matahari dan tidak pernah bisa kembali, " kata peneliti dari University of Hawaii, Richard Wainscoat.

Saat ini C/2011 L4 (PANSTARRS) jaraknya sekitar 700 juta mil dari matahari, tepatnya di atas orbit planet Jupiter. Detil ini didapatkan karena teleskop memiliki teknologi detektor elektronik yang sensitif.

Pan-STARRS 1 menemukan komet berbahaya tersebut dengan melakukan pemindaian pada langit untuk mengenali asteroid yang berpotensi membahayakan dan kemungkinan menghantam Bumi. Beberapa bulan ke depan, para astronom akan terus mempelajari komet tersebut. Hal ini demi mendapatkan prediksi yang lebih baik.


sumber

Friday, June 10, 2011

16 Juni 2011 Gerhana Bulan Lebih Spektakuler

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRnbF0KbHqkOGxf8Bl7K09NkQZEQBqiNlEYpibiBPVnrLosUrRbRuxPXt7nTJBjsKjDLnnfe-IlccDib9T1BJmljP2SRCRDQMT76h-IodGTZZQ91xRXWPEK6athNSUbE1DyKM0IOTMaQhM/s1600/eclipse.jpg

Tahun ini akan terjadi dua kali gerhana bulan total yang bisa terlihat di Indonesia, yaitu pada 16 Juni dan 10 Desember 2011. Saat itu, bulan akan muncul dengan warna baru dan mengalami proses gerhana yang cukup panjang. “Spektakuler untuk disaksikan,” kata Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqfsv60S9Zu44sCYu3GLUQDGRk75cC9mrfERp0KmCae6svD-8kpFyUjg9Sofa8vI45lwf9chyphenhyphenb0_wkmEh_ti2zh2_1bO7-3Am28ynoVyR3OTlymTqpW8tdmS5ouM_a3tPE1YAoiMN4ObhE/s320/lunar+eclipse.jpg
Ilustrasi

Gerhana bulan total akan terjadi pada 16 Juni dini hari dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah di Indonesia. Di Indonesia bagian barat, proses gerhana akan dimulai pukul 01.25 hingga 05.04 WIB. “Bulan akan mulai tertutup pukul 02.25 dan totalnya pada 03.14 WIB”, ujarnya.

Hakim mengatakan, proses gerhana ini cukup lama atau panjang dibanding gerhana bulan total biasanya karena terjadi dini hari hingga menjelang fajar. Ia juga menyarankan umat Islam agar melakukan sholat gerhana dulu sebelum subuh. “Biasanya gerhana bulan pada malam hari, kali ini menjelang pagi” katanya.

Fenomena alam itu rencananya akan disiarkan langsung lewat Internet oleh Observatorium Bosscha bersama jaring pengamatan hilal dan pemerintah yang bakal melakukan uji coba streaming baru. Kerjasama ini, kata Hakim, melibatkan observatorim di Yogyakarta, Aceh, Pakanbaru, Lapan di Pameungpeuk, dan Mataram. “Direkam dengan teropong, lalu disiarkan di Internet,” ujarnya.

http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2009/07/22/956948a71ae8de371c453cfc8d914917.jpg

Menjelang 1 Ramadhan atau puasa, momen gerhana juga akan dipakai untuk uji coba penghitungan hisab. Adapun bagi para astronom, gerhana bulan total bisa dimanfaatkan untuk melihat tingkat kebersihan atau kekotoran atmosfer.

Saat gerhana bulan, kata Hakim, cahaya matahari masih dapat menerobos celah atmosfer bumi hingga sampai ke bulan. Akibatnya di langit, bulan tidak tampak hilang atau berwarna hitam penuh seperti saat gerhana matahari total. “Cahaya bulan hanya redup saja, kemerahan. Itu akan jadi ukuran kotornya atmosfer kita,” ujarnya.

Dampak gerhana bulan total ini ke bumi hanya pada pasang surut laut. Menurut Hakim, gerhana tersebut juga bisa disaksikan penduduk negara lain di sekitar Indonesia hingga Mikronesia dan India.

http://2.bp.blogspot.com/__cEmql26ECc/TR6i4NrTQ6I/AAAAAAAAALU/qDF6p5iKZa8/s400/gerhana-bulan1.jpg

Adapun gerhana bulan total kedua tahun ini akan terjadi pada 10 Desember 2011. Berbeda dengan gerhana 16 Juni, pada akhir tahun itu gerhana akan muncul sebelum tengah malam. Waktunya, kata Hakim, dimulai pukul 19.46 WIB. Total gerhana terjadi pukul 21.04 dan selesai 23.17.

sumber: http://ruang-unikz.blogspot.com/

Wednesday, June 8, 2011

Berbagai Jenis Pelangi yang Jarang Anda Lihat

Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Classic Rainbows
Pelangi Alam terdiri dari enam warna: merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Intensitas warna masing-masing mungkin karena berbagai kondisi atmosfer dan waktu (kemudian).
Circular Rainbows
Pelangi itu benar-benar terlihat seperti busur lingkaran sempurna (dengan radius tepat 42 derajat, menurut Descartes), meskipun melihat pelangi ini sulit karena tanahnya memiliki kebiasaan menghalangi.
Secondary Rainbows
Pelangi primer, sering disertai dengan pelangi sekunder biasanya tipis dan redup daripada pelangi primer. Pelangi sekunder terkenal dengan karakteristik tertentu: spektrum ditampilkan dalam urutan terbalik dari sebuah pelangi primer.
Red Rainbows
Red Rainbows biasanya terlihat saat fajar atau senja ketika ketebalan filter atmosfir bumi menjadi biru, meninggalkan lebih merah atau tetesan cahaya oranye mencerminkan dan membiaskan air. Hasilnya adalah pelangi dengan spektrum ujung merah sangat meningkat.
Sundogs
Yang paling sering terlihat rendah di langit di hari musim dingin yang cerah, sundogs dibuat ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Sundogs berwarna merah di bagian dalam dan ungu di bagian luar dengan sisa spektrum ramai di antaranya. Semakin tebal konsentrasi kristal es di udara, semakin tebal pula struktur nya.
Fogbows
Fogbows lebih jarang terlihat daripada pelangi karena parameter tertentu yang harus disesuaikan untuk menciptakan mereka. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Juga, kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari yang dapat bersinar melalui kabut tebal di depan.
Waterfall Rainbows
Kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara konstan atmosfer terus menerus, terlepas dari cuaca. Hal ini membuat sebuah foto teman-air terjun yang sangat baik untuk pelangi! Seleksi pasangan beberapa gambar air terjun paling terkenal yang berbarengan dengan beberapa pelangi menakjubkan.
Fire Rainbows
Pelangi ini bukan terbuat dari api, Nama yang benar untuk efek optik yang indah ini adalah “circumhorizontal arc”. Fenomena ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu: awan cirrus, yang bertindak seperti prisma harus setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika mereka berada di ketinggian 58-68 derajat. Rainbow Fire tidak pernah terlihat di lokasi lebih dari 55 derajat utara atau selatan.
Moonbows
Moonbows, seperti moondogs, adalah mitra untuk pelangi lunar. Mereka juga jauh lebih sulit dilihat karena badai hujan harus berlalu dan, idealnya, bulan purnama yang terang tidak terhalang oleh awan.

sumber: http://qkamal.wordpress.com/2010/05/18/berbagai-jenis-pelangi-yg-jarang-anda-lihat/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...